Pertunjukan seni yang memadukan gerak gemulai dan irama gamelan ini disajikan di sela-sela acara makan siang bersama. Penampilan yang dimainkan langsung oleh warga binaan tersebut sukses memikat perhatian dan menuai decak kagum dari ratusan penonton yang hadir.
Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, beserta jajaran pejabat struktural. Melalui kegiatan ini, pihak lembaga pemasyarakatan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga melakukan uji coba untuk melihat kematangan dan kesiapan mental para penghuni lapas saat tampil di depan umum.
"Kami ingin membentuk mental dan kepercayaan diri mereka. Jadi, jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengisi acara resmi atau pertunjukan di luar, mereka sudah benar-benar siap dan matang," ujar Solichin.
Lebih lanjut, Solichin menjelaskan bahwa program pembinaan seni tari ini memiliki tujuan yang luas. Selain untuk membentuk karakter dan kedisiplinan, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah. Kolaborasi antara tarian dan musik gamelan dinilai sarat akan nilai-nilai luhur bangsa yang perlu dijaga.
Di tengah gempuran modernisasi, Lapas Banyuwangi berupaya agar nilai-nilai tradisi tidak luntur. Oleh karena itu, unsur kebudayaan dimasukkan secara aktif ke dalam kurikulum pembinaan.
"Lapas Banyuwangi memiliki tekad kuat untuk terus mengintegrasikan unsur budaya dalam setiap program pembinaan. Kami ingin saat mereka bebas nanti, mereka tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang ikut melestarikan budaya bangsa," pungkas Solichin.
Sumber: Humas
Editor: Redaksi Responnews.net
0 Comments:
Posting Komentar