Berbeda dengan pembagian daging qurban pada umumnya, daging hasil penyembelihan tidak dibagikan dalam bentuk potongan besar atau gelondongan. Pihak panitia telah menyiapkannya secara khusus, di mana daging sudah dipotong kecil-kecil dan ditusuk rapi menggunakan bambu, siap untuk dibakar bersama.
Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menjelaskan bahwa konsep unik ini sengaja diterapkan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara para penghuni lapas.
"Kami ingin menghadirkan nuansa kekeluargaan yang erat. Dengan nyate bareng ini, harapannya mereka bisa saling membaur dan memupuk rasa kebersamaan tanpa ada sekat," ujar Solichin.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan agar para warga binaan tetap bisa merasakan sukacita hari raya layaknya masyarakat umum di luar. Meskipun terpisah dari keluarga, momen kebersamaan ini diharapkan dapat sedikit mengobati kerinduan mereka akan suasana lebaran.
Secara teknis, pembakaran sate dilakukan serentak di lapangan masing-masing blok hunian. Meski melibatkan aktivitas yang membutuhkan pengawasan ekstra, seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif di bawah pantauan ketat petugas keamanan.
"Meski dilakukan pengawasan ketat oleh petugas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, suasana tetap cair. Kegiatan ini terbukti mampu menghadirkan senyum bahagia di wajah para warga binaan," imbuhnya.
Tahun ini, Lapas Banyuwangi berhasil mengumpulkan total 12 ekor hewan qurban yang terdiri dari 3 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut merupakan hasil donasi dari pegawai lapas, berbagai instansi vertikal, rekanan, serta sumbangan dari keluarga warga binaan.
Kebahagiaan jelas terlihat dari raut wajah para warga binaan. Salah satu narapidana berinisial SF mengaku sangat terharu dan bersyukur karena bisa kembali merasakan tradisi yang biasa ia lakukan bersama keluarga sebelum menjalani hukuman.
"Sangat senang dan bersyukur sekali. Nyate bareng seperti ini adalah tradisi saya dulu di rumah setiap Iduladha. Saya berterima kasih kepada pihak Lapas Banyuwangi yang sudah memfasilitasi dan menyediakan sarana ini, sehingga kami di sini tetap bisa merasakan indahnya Lebaran," tutur SF dengan mata berkaca-kaca.
Sumber: Humas lapas
Editor: Redaksi Responnews.net
0 Comments:
Posting Komentar