Berbeda dengan rutinitas harian di mana mereka menikmati jatah makan di kamar hunian masing-masing, kegiatan ini sengaja didesain untuk mematahkan kesan kaku dan formal. Warga binaan duduk berdekatan, saling berbagi cerita, dan menyantap hidangan bersama dalam satu wadah yang menyatukan mereka.
Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara makan-makan biasa, melainkan sebuah strategi pembinaan karakter yang menyentuh sisi kemanusiaan.
"Kegiatan ini sengaja kami laksanakan untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga rasa kebersamaan antar warga binaan," ujar Solichin saat memantau jalannya kegiatan.
Menu Spesial dan Suasana Keluarga
Untuk menambah kesan istimewa, pihak pengelola juga menyajikan tambahan menu khusus sebagai bentuk perhatian. Bagi Solichin, memberikan suasana baru dan hidangan yang berbeda adalah cara sederhana namun bermakna untuk memupuk rasa bahagia di tengah masa pidana yang dijalani.
"Kami ingin mereka merasakan esensi dari sebuah keluarga. Dengan makan bersama seperti ini, sekat-sekat perbedaan bisa mencair, sehingga persaudaraan di antara mereka semakin kuat dan kebahagiaan bisa terjalin," tambahnya.
Pendekatan Persuasif Jaga Kondusifitas
Di balik keakraban tersebut, momen ini juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dua arah. Manajemen Lapas menyampaikan pesan-pesan pembinaan secara persuasif dan humanis, mengajak seluruh warga binaan untuk terus disiplin, mematuhi tata tertib, dan menjauhi segala bentuk pelanggaran.
Pendekatan yang menyentuh hati ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif. Lebih dari itu, upaya ini menjadi bagian dari proses persiapan mereka agar kelak dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik, bertanggung jawab, dan siap berintegrasi.
Sumber: Tim
Editor: Redaksi Responnews.net
0 Comments:
Posting Komentar