Pemaparan Ipuk disampaikan dalam sesi leaders talk yang dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus. Dalam sesi tersebut turut hadir sejumlah kepala daerah lain, antara lain Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
“Kami menyadari ada banyak keterbatasan di daerah kami. Mulai dari fiskal, SDM hingga infrastruktur. Hal ini tidak membuat kami patah hati, tapi justru termotivasi untuk membuat inovasi penguatan layanan kesehatan primer,” ungkap Ipuk.
Salah satu langkah yang dijalankan Pemkab Banyuwangi adalah serangkaian upaya pencegahan di tingkat puskesmas. Inovasi unggulannya meliputi konsep puskesmas sebagai Mall Orang Sehat, serta peluncuran layanan terbaru berupa konsultasi kesehatan daring gratis yang beroperasi 24 jam tanpa henti.
Program Mall Orang Sehat mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas, tanpa perlu menunggu jatuh sakit. Dengan demikian, deteksi dini terhadap risiko penyakit dapat dilakukan sejak awal.
“Seberapapun anggarannya tidak akan cukup jika untuk menyembuhkan. Tapi, dengan tindakan preventif, setidaknya akan mengurangi beban pembiayaan kesehatan. Ini sudah dilakukan Banyuwangi sejak 2018. Dan kini semakin senang karena sinergi dengan program pusat CKG (Cek Kesehatan Gratis),” papar Ipuk.
Selain itu, disiapkan pula sejumlah pendukung upaya pencegahan lainnya, antara lain satuan tugas penanganan stunting untuk meningkatkan asupan gizi ibu hamil dan balita, serta program Rantang Kasih guna memenuhi kebutuhan gizi warga miskin yang hidup sebatang kara.
“Kami juga berupaya untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat yang aksesnya terbatas. Seperti Jemput Bola Rawat Warga yang mendatangi warga terpencil, menyiapkan armada berbasis di desa yang bisa berfungsi layaknya ambulans dan lain sebagainya,” terangnya.
Inovasi paling baru, imbuh Ipuk, adalah layanan Oasis Wangi. Ini adalah layanan konsultasi daring gratis melalui WhatsApp yang dijalankan tenaga kesehatan untuk pendampingan perawatan kesehatan keluarga di rumah, dikembangkan bekerja sama dengan Noora Health.
“Layanan ini sudah dilaunching Pak Menkes pekan lalu. Warga bisa berkonsultasi gratis 24 jam nonstop dan langsung ditangani oleh petugas kesehatan. Sangat mudah, karena konsultasinya lewat WA,” beber Ipuk.
“Kami membagi habis tugas di tingkat Puskesmas, sekaligus juga menambah insentif untuk meningkatkan kesejahteraan nakes,” pungkas Ipuk.
Berbagai langkah inovatif yang disajikan Banyuwangi turut mendapatkan apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus. Menurutnya, peningkatan kunjungan dan penanganan di puskesmas merupakan tanda positif arah kebijakan kesehatan yang tepat. “Artinya, upaya preventif di tengah masyarakat sudah berjalan dengan baik,” tegas dr. Benjamin.
Sebagai informasi, Leimena Conference adalah forum kesehatan berskala nasional yang menghadirkan praktisi kesehatan dari seluruh Indonesia, serta melibatkan pakar kesehatan bertaraf internasional. Penyelenggaraan konferensi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa Pahlawan Nasional dr. Johannes Leimena, mantan Menteri Kesehatan yang dikenal sebagai pencetus konsep Puskesmas di Indonesia. (*)
Sumber: Tim
Editor: Redaksi Responnews.net
0 Comments:
Posting Komentar