Dipandu langsung oleh para penyuluh ahli dari Dispertan Banyuwangi, pemilihan SAE Paswangi sebagai lokasi penyuluhan ini bukannya tanpa alasan. Pihak dinas menilai bahwa lahan ini sangat representatif dan ideal sebagai proyek percontohan (pilot project) tata kelola pertanian yang produktif dan terintegrasi. Lingkungan yang mendukung memungkinkan para petani mendapatkan gambaran nyata tentang praktik pertanian terbaik.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan Dispertan Banyaanwangi. Ia menekankan bahwa kerja sama ini menciptakan dampak ganda yang sangat positif. "Kami sangat berterima kasih atas penunjukan SAE Paswangi ini. Kerja sama ini memberikan dampak ganda yang sangat positif. Tidak hanya bagi kelompok tani luar, tetapi ilmu yang disampaikan oleh para penyuluh dispertan otomatis juga terserap oleh para warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi di sini," ujar Solichin.
Solichin menambahkan, keterlibatan aktif warga binaan dalam lingkaran penyuluhan ini secara langsung menyelaraskan dengan visi awal pendirian SAE Paswangi. Dengan menyerap ilmu pertanian modern langsung dari para ahlinya, para warga binaan diharapkan dapat memiliki bekal keterampilan yang jauh lebih matang dan siap diaplikasikan begitu mereka kembali ke tengah masyarakat. "Ini sangat sesuai dengan tujuan awal SAE Paswangi, yaitu sebagai wadah pembinaan untuk mendongkrak skill atau keterampilan kemandirian warga binaan, baik di sektor pertanian maupun perikanan," tegasnya.
Visi jangka panjang dari program ini sangat jelas. Lapas Banyuwangi berkomitmen untuk membekali warga binaan dengan keahlian nyata dan produktif. "Kami ingin saat mereka kembali ke masyarakat, mereka tidak hanya membawa kesadaran baru, tetapi juga keahlian nyata yang produktif," pungkas Solichin, optimis bahwa SAE Paswangi akan terus menjadi jembatan menuju kemandirian bagi para warga binaan dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian Banyuwangi.
Sumber: Humas
Editor: Redaksi Responnews.net
0 Comments:
Posting Komentar